Tukang Parkir Menjadi Pengusaha Sukses, Perjuangan Budi Mengubah Nasib Keluarga
Padang – Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Namun bagi Budi Santoso (38), keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk menyerah pada keadaan. Pria yang dulunya bekerja sebagai tukang parkir ini kini berhasil membangun usaha kuliner yang membuka lapangan kerja bagi puluhan orang.
Budi mengawali hidupnya dengan penuh keterbatasan. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia harus putus sekolah demi membantu ibunya mencari nafkah. Setiap hari, ia bekerja dari pagi hingga malam di sebuah pusat perbelanjaan kecil, mengatur kendaraan dengan upah yang tak menentu.
“Waktu itu saya sering berpikir, apakah hidup saya akan terus seperti ini,” ujar Budi saat ditemui di tempat usahanya, Senin (29/12).
Berawal dari Niat dan Keberanian
Titik balik hidup Budi terjadi saat pandemi melanda. Penghasilannya sebagai tukang parkir semakin menurun. Dengan sisa tabungan yang dimiliki, ia memberanikan diri mencoba berjualan makanan rumahan secara daring.
Berbekal resep sederhana dari ibunya dan promosi melalui media sosial, pesanan mulai berdatangan. Meski awalnya hanya mampu memproduksi belasan porsi per hari, konsistensi dan kualitas rasa membuat usahanya perlahan dikenal pelanggan.
“Yang penting jujur, kerja keras, dan tidak malu belajar,” kata Budi.
Usaha Berkembang, Lapangan Kerja Terbuka
Kini, usaha kuliner milik Budi telah memiliki beberapa cabang kecil dan mempekerjakan lebih dari 20 karyawan, sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar yang sebelumnya juga kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Ia mengaku tidak pernah lupa dengan masa lalunya. Baginya, kesuksesan sejati adalah ketika bisa membantu orang lain bangkit bersama.
Pesan untuk Generasi Muda
Budi berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan keterbatasan.
“Jangan takut memulai dari bawah. Selama kita mau berusaha dan belajar, selalu ada jalan,” tuturnya.
Kisah Budi menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi. Dengan tekad, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang, siapa pun bisa mengubah masa depan menjadi lebih baik.
Budi mengawali hidupnya dengan penuh keterbatasan. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia harus putus sekolah demi membantu ibunya mencari nafkah. Setiap hari, ia bekerja dari pagi hingga malam di sebuah pusat perbelanjaan kecil, mengatur kendaraan dengan upah yang tak menentu.
“Waktu itu saya sering berpikir, apakah hidup saya akan terus seperti ini,” ujar Budi saat ditemui di tempat usahanya, Senin (29/12).
Berawal dari Niat dan Keberanian
Titik balik hidup Budi terjadi saat pandemi melanda. Penghasilannya sebagai tukang parkir semakin menurun. Dengan sisa tabungan yang dimiliki, ia memberanikan diri mencoba berjualan makanan rumahan secara daring.
Berbekal resep sederhana dari ibunya dan promosi melalui media sosial, pesanan mulai berdatangan. Meski awalnya hanya mampu memproduksi belasan porsi per hari, konsistensi dan kualitas rasa membuat usahanya perlahan dikenal pelanggan.
“Yang penting jujur, kerja keras, dan tidak malu belajar,” kata Budi.
Usaha Berkembang, Lapangan Kerja Terbuka
Kini, usaha kuliner milik Budi telah memiliki beberapa cabang kecil dan mempekerjakan lebih dari 20 karyawan, sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar yang sebelumnya juga kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Ia mengaku tidak pernah lupa dengan masa lalunya. Baginya, kesuksesan sejati adalah ketika bisa membantu orang lain bangkit bersama.
Pesan untuk Generasi Muda
Budi berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan keterbatasan.
“Jangan takut memulai dari bawah. Selama kita mau berusaha dan belajar, selalu ada jalan,” tuturnya.
Kisah Budi menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi. Dengan tekad, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang, siapa pun bisa mengubah masa depan menjadi lebih baik.