Harga Emas Anjlok Parah di Maret, Investor Panik Lepas Aset Aman

Dipublikasikan: 10 Jan 2026 21:57  •  246 views
Padang – Harga emas global menjadi sorotan tajam pasar keuangan setelah beredar isu kuat bahwa emas mengalami penurunan tajam pada Maret tahun ini. Aset yang selama ini dikenal sebagai safe haven justru dilaporkan tertekan hebat, memicu kepanikan di kalangan investor ritel maupun institusi.

Berdasarkan pembicaraan pelaku pasar dan analis komoditas, anjloknya harga emas diduga dipicu oleh kombinasi beberapa faktor besar, mulai dari penguatan dolar AS, sikap agresif bank sentral global, hingga peralihan dana besar-besaran ke aset berisiko seperti saham dan kripto.

Tekanan Dolar & Kebijakan Moneter

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa penguatan indeks dolar AS membuat harga emas semakin tidak menarik bagi investor global. Di saat yang sama, ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama mendorong investor melepas emas dan memindahkan dananya ke instrumen berbunga.

“Jika suku bunga tinggi bertahan, emas kehilangan daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil,” ungkap salah satu analis pasar komoditas.

Aksi Jual Besar-Besaran

Di pasar fisik dan derivatif, disebutkan terjadi gelombang aksi jual emas pada pertengahan Maret. Tekanan ini membuat harga emas turun tajam dalam waktu singkat, memicu stop loss berantai dan memperparah penurunan.

Isu ini semakin diperkuat dengan laporan berkurangnya permintaan emas dari sektor industri dan perhiasan, khususnya dari negara-negara konsumen besar.

Investor Beralih ke Aset Risiko

Menariknya, penurunan emas disebut terjadi bersamaan dengan menguatnya pasar saham dan kripto. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi dan peluang imbal hasil tinggi membuat emas ditinggalkan sementara oleh investor yang mencari keuntungan cepat.

Waspada Volatilitas

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa emas tetap menjadi aset lindung nilai jangka panjang. Penurunan tajam justru bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor berpengalaman, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat.

“Pasar emas sangat sensitif terhadap sentimen. Apa yang jatuh cepat, bisa bangkit lebih cepat,” tambah analis tersebut.

Komentar Pembaca

Koh erna
2026-01-10 22:58:45
Harus cepat ubah haluan investasi ni
Tulis Komentar
🏠
Home
📰
News
🔥
Trending
🌙
Mode